Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Dari Atas Rembulan


Mendaki ke atas rembulan
menatap semua yang ada di bawahku
Menegakkan punggung, aku tak penah terlelap
Hari ini aku ingin menatap lampu-lampu kota

Pagi yang baru dimulai setiap hari
meski ku selalu terjatuh
Perasaan mendebarkan ini mengatakan bahwa setiap insan
di manapun mereka berada, adalah satu
Ingin ku percaya itu saat mereka mengatakan “Kita semua terhubung”
Menatap langit putih, ku angkat tangan melawan terpaan kilaunya
Kadang harus ku katakan ini hanya tahap yang terlewat

Sekuntum bunga berkembang dalam hatiku
Dan meskipun saat ini dia sekarat
waktu kan datang menjemput
saat suatu hari rintik hujan jatuh membasahinya

Bintang yang tenang bersinar di angkasa, ku tak tahu mengapa
Tiap kali ku coba bernyanyi, mereka berkelip di mataku
Apa yang ku lihat, mungkin hanya mimpi
Namun aku tahu ada sesuatu yang besar untuk dipercaya

Menatap hari-hari yang terus berlalu, kata-katamu menguap perlahan
Kadang harus ku katakan ini hanya tahap yang terlewat

Dan setelah semuanya, semua perasaan itu
Tersembunyi di bagian paling dalam, kita takkan pernah terpisahkan
Akan dimulai di hari lain
Tapi hari ini ku biarkan perasaanku melebur bersama angin...

from
Tsuki no Ue song
by Rie Fu


picture from creative.ly by Jon

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ketika Matahari Terbenam



Dalam arus waktu yang tak pernah berhenti berputar
seperti cahaya yang tak pernah berhenti bersinar
Kuhirup udara begitu dalam
dan menghembuskan seluruh rasa cintaku
Sebuah harapan kuat dalam dada
yang tak pernah terlupa walau hanya satu hari

Memang tak dapat kulihat apa yang akan terjadi
namun aku akan bertahan hidup dengan kekuatan ini
Ku akan pergi sebelum matahari terbenam

Dan matahari pun terbenam...

Kita tak pernah menyadari betapa penting arti dari melindungi sesuatu
Walau saat malam hari aku menangis di ambang keputus-asaan
namun kuyakin esok saat pagi datang aku bisa kembali tertawa

Akan berbentuk seperti apa awan hari ini?
Akan seperti apa gelombang laut hari ini?
Dan akan seperti apa esok hari?

Angkasa berubah merah
Hari ini, satu hari lagi telah terlewat
Menanti hari yang indah, hari demi hari...

Dan matahari pun terbenam...

Kau hanya diberi satu nyawa
Memang tak dapat kulihat apa yang akan terjadi
namun ku akan terus jalani hidup ini
Tiap hari nampak sama
tapi sesungguhnya tidak
Maka ku terus melangkah
Waktu tak nampak akan berhenti
Maka kita bernyanyi

Menanti hari yang indah, hari demi hari...

Dan matahari pun terbenam...

Telah kuputuskan untuk terus melangkah
Harapan masih membara dalam hatiku
Kini aku berdiri di tempat yang penting
Dan di sini aku bernyanyi

Matahari pun terbenam...


from
Rakuyou song
by Orange Range

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS